Thursday, September 20, 2007

Jangan Tanya Kapan


Akhirnya setelah sekian lama, sekarang gue nyoba nulis lagi.

Topik gue kali ini terpicu ketika sesorang bilang sama gue, “Kapan dong, nyusul gue married? Loe nggak kepingin ‘tu, punya suami ‘n anak? Kalo loe main2 mulu, mana bisa loe cari future husband?”

Well, ada orang yang bahagia dengan hidup melajang, ada yang milih untuk nggak terikat, ada juga yang mutusin untuk berkeluarga.
Kira2, gue termasuk di golongan yang mana, ya?
Hehehe …

GUE, cewek yang baru aja nginjek usia 27. (Heeee??? 27???? Shoot !!!!)
Untuk ukuran orang2 jadul, usia gue udah termasuk “renta” dan HARUS segera cari pendamping hidup.
Yah, banyak siy yang udah nanya “kapan”, secara sepupu2 dari bokap gue yang seumuran gue, rata2 udah punya anak 2.
Tapi untuk kehidupan “Metropolis”, (secara gue rasa gue termasuk dalam golongan ini :p) justru umur gue sedang blooming2nya.

Jujur, gue termasuk dalam kategori yang punya keinginan untuk berkeluarga.
Punya suami dan 4 anak (halah … gimana ngidupinnya coba? :D).
Tapi jujur juga, saat ini gue belum terpikir untuk menampuk tanggung jawab seumur idup.
Terikat sama satu orang, now and forever.
Banyak orang yang saat ini udah punya pacar, dan tinggal nunggu tanggal bagusnya aja.
Di kaca mata gue, they deserve someone much, much better.
Tapi karena pertanyaan “KAPAN” itu semakin menjadi2, they thought what they embrace right now is the best, meskipun gue rasa mereka juga masih bimbang dengan pikirannya sendiri.
Munafik kalo gue bilang gue sama sekali nggak kepikiran untuk punya pacar, dan suatu saat nanti gue punya keluarga sendiri.
Untuk saat ini, nggak munafik kalo gue juga pingin punya someone special.
Tapi gue nggak mau maksa, dan gue nggak mau ngerasa ketakutan ato tertekan dengan apa kata orang.

Can you imagine?
If, ONLY IF, I’m too scared.

Gue terlalu takut untuk nggak menikah dalam waktu dekat (mengingat usia gue yang terus nambah dari detik ke detik).
Dan di saat itu ada seseorang yang PDKT, ‘n finally gue main “tabrak-lari” saking gue parno: ‘Kalo bukan dia, gue harus nunggu berapa lama lagi? Nanti orang lain bilang apa kalo gue belum merit2?’, sementara ketakutan gue occupied logika dan hati nurani gue.
Then I’m married to him. Tapi karena emang dari awal udah “tabrak-lari”, di tengah jalan gue bacet2, bahkan penyok2. Di saat seperti itu, siapa yang mau tanggung jawab? Mereka yang udah desek gue untuk memilih?
Ah, paling mereka cuma bisa bilang, “Sabar yaaa …” sembari ngelus2 pundak gue.
STANDAR !
Siapa yang susah atawa stres? Siapa yang bakal rontok2 nyeselin nasib? Pastinya KITA SENDIRI lah.
Gue percaya bahwa segala sesuatunya akan indah pada waktunya.
Tuhan nggak tidur. Dia akan kasih kita yang terbaik. Itu gue yakini terus dalam hati gue.

Banyak contoh kasus yang gue lihat, di mana usia pernikahan seseorang cuma seumur jagung.
Karena nggak cocoklah (jawaban terbodoh yang selalu dilontarin orang ;( ), karena inilah, itulah …

Anyway, gue ngerasa Tuhan sayang sama gue.
Karena gue masih merasa bahagia dengan keadaan gue yang sekarang.
Dengan temen2 gue, yang selalu ada buat gue, kapanpun dan di manapun :)
Thank you, GOD …

Monday, September 17, 2007

Goggle V

Sebenernya gue belum tau mau nulis apa.
Akhir2 ini gue belum lagi tergelitik untuk nulis.
But, karena minggu lalu Si Gembul balik ke Indo, I'm kinda miss my very best friend, Indie.
So, gue posting youtube aja kali yaaa :)

Hopefully Goggle V will reunited by this end of year ;)